Inspeksi Rutin Kereta Tempelan
09/08/2025
Kereta Tempelan atau Trailer komersial memerlukan pemeriksaan rutin agar dapat berfungsi dengan benar dan ini harus dilakukan sebelum digunakan serta dilakukan secara terjadwal. Secara tidak langsung ini juga membantu divisi operasional mengetahui kapan trailer memerlukan perbaikan.
Ari Mawardie, Asisten Kepala Bengkel Poernomo Perdana Kalimas Surabaya menjelaskan mengenai pentingnya pemeriksaan rutin. "Apa saja area utama yang harus diperiksa secara teratur oleh pengemudi? Apakah ini tanggung jawab mekanik saja? Mekanik harus senantiasa mengingatkan pengemudi untuk melakukan inspeksi sebelum berangkat kerja dan memastikan semua komponen truk berfungsi.
Pertama, periksa selang hidrolik dari kerusakan atau retak, yang dapat menyebabkan kegagalan sistem jika terjadi kebocoran. “Ada model slang yang dapat dilepas dan punya valve control. Tujuannya menjaga tekanan hidraulik yang tepat. Semua koneksi itu perlu dipastikan untuk mengurangi potensi panas berlebih atau masalah lain yang disebabkan berkurangnya oli,” kata Ari.
Lalu, senantisa memeriksa komponen dan mengganti part yang mulai menunjukkan keausan akan membantu trailer memiliki uptime yang panjang. “Sangat penting untuk membuat program perawatan preventif yang mencakup interval pelumasan untuk mencegah keausan dan memastikan rem dan komponen pendukungnya beroperasi dengan benar. Perawatan yang baik akan mengurangi kerusakan dan memperpanjang masa pakai trailer. Rekomendasi pabrikan dan panduan pelumasan selalu menjadi acuan. Mekanik juga harus memeriksa trailer dari gejala kerusakan dan melakukan perbaikan sesegera mungkin untuk mencegah kerusakan parah.
Bagian yang paling cepat aus perlu mendapat perawatan untuk meminimalkan atau mencegah keausan dini. “Karena terus bekerja sejak mesin dihidupkan, spare part seperti wheel-end, ban, dan rem akan lebih cepat aus dan perlu diganti lebih cepat daripada komponen trailer lainnya. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mendapatkan masa pakai panjang dari fitur-fitur trailer yang ada.
Terakhir, Periksa tekanan ban secara teratur dan jaga agar tekanan udara tetap standar, baik secara manual atau dengan sistem pemompaan ban otomatis. “Bekerja dengan ban yang kurang angin adalah salah satu penyebab terbesar keausan dini dan kecelakaan. Menjaga tekanan angin tetap stabil akan memungkinkan ban bertahan lebih lama dan hemat bahan bakar. Sama pentingnya, segera mengganti ban yang sudah aus untuk menghindari ban meletus dan selalu pilih spesifikasi ban yang tepat untuk memastikan operasional truk,” ucap Ari.
Editor : Sigit Foto
Sunting : Rohman
Copyright : Truckmagz.com
Remarks: CIMC, CIMC Indonesia, Trailer CIMC, Mixer CIMC